• Home
  • About
  • Contact
    • Email
    • Line
    • Instagram

TIKUU!

calm as blue, sweet as milktea



HELLOOOO!
I'm back again in this Sunday night. kinda gloomy but whatever.
Sebelum gue melanjutkan tips n trick gue, gue mau mengucapkan DIRGAHAYU KE-71 TAHUN UNTUK INDONESIA TERCINTAKU <3
ya gapapa lah ya ucapinnya belated gitu ceritanya.
trus bangga banget dong ganda campuran bulutangkis Indonesia (Liliyana-Tontowi) menang medali emas di Olimpiade Rio. *clap sfx on play*




Jadi tanpa berlama-lama lagi, gue akan memberikan sisa tips n tricks "how to survive the college life"
1. Jangan bawa diri ke titik ekstrim
    Maksudnya? Jangan bawa diri kalian untuk menargetkan gue lulus 3,5 tahun lah. Itu bener banget dan gak salah kok punya target kayak gitu. Maksudnya titik ekstrim adalah jangan terlalu terpaku pada itu dan malah kalian jadi kupu-kupu atau janganlah menargetkan maunya aktif dan maunya hits gitu di kuliah. Kenapa? karena itu bisa menjadikan kalian jadi kunang-kunang (kuliah nangkring).
Jadi jalanin aja kehidupan perkuliahan dengan target yang sewajarnya dan have a balance antara belajar dan bergaul.

2. Bergaul dengan orang yang tepat
    Nah, ini gak kalah pentingnya. Inget ya, bergaul dengan orang yang benar itu akan mempengaruhi perkuliahan kita bahkan bisa ke masa depan. Pilihlah pergaulan yang baik yang membuat kalian melakukan hal positif. Kalo kalian gaul dan gaul dengan mereka bikin kalian jd males kuliah atau sering skip kelas itu udah jelas banget kan kalo pergaulan itu tuh ga baik. Jadi, cobalah bergaul dan bergabung dengan komunitas yang positif misalnya himpunan mahasiswa atau kepanitiaan acara. Toh, kumpul-kumpulnya bukan cuma yang wasting time aja kan.

3. Manage diri sendiri
    INI DIA. Bagi kalian para perantau, ini penting banget ya. Kita bukan lagi pelajar. Kita ini MAHASISWA, yang harusnya udah bisa hidup mandiri dan gak selalu mengandalkan orang tua. Me-manage diri sendiri dari hal kecil kayak bangun pagi itu adalah sesuatu yang perlu banget dibangun saat kita hidup sendiri. Jangan mentang-mentang hidup sendiri jauh dari orang tua malah jadi bandel dan maunya seneng-seneng mulu aja. Inget, orang tua udah percayain kita buat kuliah jauh, jadi berusahalah mengatur diri kalian sendiri menjadi lebih mandiri dan dewasa. Gausah norak sama pergaulan karena baru bebas dari pengawasan orang tua.

4. Mudah beradaptasi
    Ini ya mas, mba.  Diharapkan banget nih soal beradaptasi. Ini kan dimulainya dari diri sendiri ya, jadi pintar-pintarlah bersosialisasi dan mencari relasi. Karena dengan hidup individualis, kita gaakan bisa survive di kota orang. Jadilah fleksibel dalam bergaul dan jangan menutup diri.

Itu adalah beberapa hal yang penting banget dilakuin untuk bisa survive lah di perkuliahan dan ada lagi cara untuk me-maintain positive thinking bagi para perantau. Yaitu, dekatkanlah diri dengan Tuhan, karena dengan dekat dengan Dia dan mengadu pada Dia kita bisa menenangkan hati dan pikiran kita.
Terus, sugestilah yang positif terhadap diri sendiri dan pada keadaan yang sedang dialami. Itu penting ya buat mengusir segala pikiran-pikiran negatif.

AAAAND THAT'S IT.
Gue berharap sedikit tips ini bisa berguna bagi kalian yang baru atau bahkan akan menghadapi kehidupan perkuliahan.
Pesan gue adalah SEMANGAT!
Share
Tweet
Pin
Share
No comments

Hello! Greetings from Bandung!
Ya, setelah melewati 2 hari masa ospek gabungan dan 3 hari ospek fakultas, akhirnya saya resmi menjadi mahasiswi baru di Universitas Parahyangan, Bandung.
Selama ospek gabungan (semua jurusan) itu seru banget.. gue bisa kenal banyak anak baru terus hal yang disayangkan adalah itu kentang banget karena baru aja mau mulai bener-bener kenal malah dipisah buat ospek fakultas. 
So..yaa itu sih hal yang disayangkan, jd belom terlalu get to know each other well.

Dan hari ke-3 sampe ke-5 itu adalah ospek fakultas.
Gue ada di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) di jurusan Ilmu Hub. Internasional.
Jurusan gue adalah jurusan dengan mahasiswa terbanyak di FISIP. 
Sekitar 299 sih kalo di group.
Terus tema ospek fakultas gue itu adalah "Kultivar" yg artinya varietas bibit terpilih yang siap ditanam.
Jadi, maba FISIP adalah bibit yang terpilih dari sekian banyak peserta yang mengikuti jalur masuk Unpar untuk siap ditanam di Kampus 3 (gedung FISIP).
Terus dibagi-bagi kelompok namanya itu Tunas. Ada tunas 1-32.
Dan gue berada di Tunas 12.
Jadi, selama masa ospek itu kita diwajibkan bikin buku putih dan di buku itu adalah tempat dimana kita harus mencatat tugas-tugas yang diberikan kakak panitia.

Dan pada hari terakhir ospek fakultas itu ada sesi sharing sama kakak alumni dan senior.
Yang hadir pada saat itu adalah Kak Stephen, Putri Intan (Putan), dan Gina.
Mereka sharing tentang apa kesibukan mereka dan how to survive di Unpar.
Gue akan share beberapa hal yang gue dapet. 
I hope that it will be useful for you too, guys.

Gue mau jelasin dulu, mereka itu adalah orang-orang yang aktif both in kegiatan luar kampus dan dalam kampus.
Kak Stephen adalah mantan Presiden Mahasiswa, kak Putan adalah salah satu mentor kelompok ospek dan dia punya online shop juga, trus kak Gina yang merupakan finalis Abang None Jakarta (dari Jakarta Barat).
Dan mereka ngeshare gimana caranya ngimbangin waktu untuk di luar dan di dalam kampus.
So, ini beberapa tips untuk mengimbangi waktu :

1. Utamakan kuliah
    Sesibuk apapun kita dengan kegiatan di luar kampus, jangan pernah lepasin kuliah atau mengabaikan kuliah. Karena tujuan awal kita kuliah itu kan untuk lulus dan kalo bisa secepet mungkin. Jadi, biar ga keteteran kuliahnya, kita harus mengutamakan kuliah dibanding kegiatan kita.

2. Jangan kupu-kupu
    Kita sebagai mahasiswa harusnya menjadi orang yang aktif dalam bersosialisasi. Jangan cuma ngejar IP bagus jadinya belajaaar mulu. Istilahnya kuliah pulang kuliah pulang (kupu-kupu). Karena dengan kita cuma fokus belajar aja, pengalaman kita dan fun kita selama menjalani masa perkuliahan akan berkurang. Dan kalo punya kegiatan lain di luar, jangan jadi alasan buat kita ga bergaul dengan teman-teman di kampus. Buat kalian yang ga suka nongkrong, janganlah terpaku dengan nongkrong yang kalian anggap di warung-warung atau kantin dan cuma ngobrol-ngobrol. Karena nongkrong itu bisa dengan kita kumpul untuk rapat atau bercengkrama mengenai misalnya, kepanitiaan atau tugas-tugas lain dalam organisasi. Jadi, penting tuh untuk ikut organisasi atau kegiatan di kampus.

3. Membangun relasi
    Seperti yang gue bilang tadi, bersosialisasi itu penting. Dan dengan bersosialisasi, kita akan bisa membangun relasi. Membangun relasi baik dengan banyak orang itu penting. Mana tau di masa depan orang itu akan  membantu hidup kita. Membangun relasi itu bisa dengan siapa aja. Dengan dosen, teman-teman, para pekarya, pedagang sekitar, warga sekitar, dll. Karena hanya dengan senyum atau sebuah sapaan aja udah bisa membuat kita menjaga relasi baik dengan orang-orang.  Karena sekali lagi, bantuan itu bisa datang dari siapa aja dan dalam bentuk apa aja.

4. Tetap aktif di dalam
    Kalau kita punya kegiatan lain di luar, jangan membatasi diri kita untuk gak bergaul sama orang-orang di dalam kampus. Karena kampus adalah tempat kita banyak menghabiskan waktu di perkuliahan kan. Jadi, dengan kita aktif dalam mengikuti organisasi di dalam kampus, kita akan punya banyak manfaat. Selain dapet banyak temen baru, juga bisa membantu kita untuk memiliki pengalaman baru yang pasti akan ada manfaatnya di masa depan. Jadi, aktiflah dalam berorganisasi di dalam kampus.

Itu adalah beberapa tips untuk bisa aktif dalam kegiatan baik di luar dan di dalam kampus.
Ada beberapa tips lagi yang akan gue bagikan, tapi bukan di post ini hehe.
Tunggu ya post gue selanjutnyaa.
Dan semoga tips ini bisa bermanfaat, terutama bagi kalian mahasiswa/i baru.
Semangat terus dalam menjalani kehidupan perkuliahan and see you in the next post!






Share
Tweet
Pin
Share
No comments


Hai
Gue lagi sentimen abis nih 2 hari lagi gue pergi meninggalkan ibukota :(
Dulu gue ngeliat orang-orang sentimen sebelum pergi rasanya lebay banget, tapi sekarang giliran gue yang mau pergi itu berasa banget..
Walaupun gue pergi ga jauh-jauh amat cuma ke Bandung doang tapi ya tetep aja sedih.
Sedihnya itu mau pisah sama temen-temen yang juga bakal merantau jauh dari ibukota.

Semua hal sentimentil ini bermula pada hari ulang tahun gue Kamis minggu lalu, 28 Juli 2016.
Gue kesel banget... sama temen-temen gue Afy, Nova, Nana, Ratih, Salsa, Kamila, Hana.
Woi gue ga ngarepin surprise apapun karena gue tau udah pada sibuk masing-masing ngurusin kuliahan dan tiba-tiba si Afy ini ngirimin gue link "PLL The Movie" gitu ceritanya.
DAN GUE PERCAYA AJA DONG.
Gue buka tuh link dan gue masih percaya.
Yang gue bingung adalah kenapa channelnya "Afy Vania"...
Gue mikir "ah mungkin dia upload ulang"
Trus gue tonton dan berawal dari scene skype.
Dan dari situlah gue merasa tertipu dengan adanya video ini.
Bukannya ketawa gue malah nangis. Aneh ga?
Iya gue sedih mikirin kapan gue  bakal bareng-bareng mereka lagi kayak gini.
Udah kelar gue makasih-makasih di grup dan mereka maaf-maafan bilang gabisa surprisein gue.
I'M SURPRISED ENOUGH THANKS.
Trus gue mulai dandan buat pergi karena ada acara hari itu.
Waktu gue mau ambil lipstick di tas gue denger kayak ada orang depan rumah dan pas gue buka pintu itu mereka rame-rame bawa kue.........................nangis lagi gue dan makeup gue rusak :(
SE SENTIMENTIL itu gue hari itu.




Ga cuma sampe situ.
Abis itu gue ada acara lagi buat surprisein alumni ekskul gue sekalian acara perpisahan sama angkatan gue SSD 27 (Sanggar Seni Drama angkatan 27).
Udah surprisein dan sedih-sedihan, pas bagian gue ngomong gue mikir "ah bisalah ga nangis"
Anjrit gue meremehkan hati nurani gue sendiri dan belom ngomong aja gue udah sesegukan.
Sedih banget serius.
Hidup gue di SMA sebagian besar adalah dalam ekskul ini dan sekarang gue bukan anak SMA lagi dan gue harus pisah sama mereka yang udah jadi keluarga kedua gue.
SEDIH.
Akhirnya singkat cerita gue berhasil ngomong dan gue bener-bener ga ngarepin di surprisein saat itu.
Waktu alumni ngomong, tiba-tiba ada yang bawa kue dong trus nyanyi "happy birthday Tika".
Terima kasih kepada Aulia Wardah dan kawan yang sukses bikin gue nangis lagi.
Udah gitu gue sama Aul ke Dufan cuma berdua dan kurang banget foto :(
Sekalinya foto isinya aib semua... jadi tambah sedih.







Ya, intinya ternyata mau pisah tuh sedih banget.
Makin deket harinya makin berasa banget sedihnya,
Tapi gue tau kok, ada hari dimana kita akan ketemu lagi dan mengenang masa-masa sekarang sambil ketawa dengan cita-cita kita yang udah tergenggam di tangan.
Gue mau terima kasih banget buat temen-temen gue semuanya udah berhasil mengisi masa SMA gue dengan penuh memori dan tawa dan juga air mata.
Gue baru ngerasain namanya "masa SMA itu masa paling indah"
Gue selalu merendahkan kata-kata itu karena dulu gue suka stress belajar :(
Pokoknya satu pesen gue.
Sukses terus dimanapun kalian berada dan janji ya saat ketemu kita semua udah berhasil mencapai impian kita.
Sampai jumpa di masa depan kawan!

Share
Tweet
Pin
Share
No comments




Selamat hari Sabtu!

Akhir-akhir ini gue selalu kepikiran tentang ini dan entah kenapa ya gue pengen aja nulis tentang ini.
Kan lagi hot banget nih topik tentang seseorang publik figur di sosial media yang mengumbar tentang kekalutan hidupnya di vlog.
Jujur, gue bukan orang yang tertarik sama hidup orang yang bahkan bukan artis.
Sama artis aja gue masa bodo amat gitu, kecuali yang emang lagi viral banget ya mau ga mau pasti gue tau dan suka kepoin juga.
Trus sekarang semua orang jadi ngomongin si orang ini dan bahkan ga sedikit orang yang ngejek-ngejek dia gitu.

Serius ya, gue gak akan memihak siapapun disini karena setiap sisi punya kesalahannya sendiri.
Dari sisi si publik figur, salahnya dia adalah dia mengumbar tentang "keburukannya" dia sendiri entah itu dia lakukan sengaja atau engga dan yang harusnya dari setiap pola pikir manusia dia itu sadar ngelakuin itu. Dia komplain tentang hidupnya, tentang gimana orang ga ngerasain apa yang terjadi sama dia.
Well, who does??
Itu hidup ya hidup lo gitu. Gue juga gak meminta orang untuk mengerti hidup gue kok.
Dan dia mengumbar itu seakan-akan dia tertindas banget. Ya bukannya gimana, tapi dari setiap postingan sosial medianya itu aja udah mengundang banyak komentar dan dengan gaya hidupnya dia yang seperti itu gabisa dong dia mengharapkan banjiran pujian daripada kritikan. 
Itulah salahnya dia, tidak ingin dikritik tapi mengundang kritik.

Dan apa salah kalian pengguna sosmed?
Kalian gak seharusnya menggunakan hidup dia sebagai candaan. Kalian udah tau bahwa hidup dia itu gak patut dicontoh dan yaudah. Keep it for yourself.
Jadiin itu acuan buat kalian lebih cermat lagi dalam memposting sesuatu di sosmed.
Bukan berarti kalian bisa menjudge hidup dia seenak jidat.
Hidup dia bukan sebatas apa yang kita liat di luarnya aja.
Dia punya sisi kehidupan lain yang mungkin kita gak tau.
Dan kita sebagai manusia cuma mau ngeliat apa yang ingin kita liat aja dan itu emang sifat alami yang wajar.
Dan kalo kita udah tau itu, coba deh jangan asal main kasih kritik atau komen yang menjatuhkan orang lain. Coba dulu cek diri kalian udah bener belom.
Apa kalian udah bener-bener pantes buat ngasih komentar seperti itu sama orang lain?
Gue gak bilang komentar itu salah karena semua orang punya hak berpendapat.
Tapi ya komentar itu kan bisa dipilah, baiknya kasih yang membangun.
Kita mana tau kalo kata-kata kita itu bisa aja terngiang di dia dan buat orang itu stress.
Kata-kata itu berbahaya. Satu kata salah bisa menyisakan sayatan yang dalam.
Bukan kita yang ngomong yang ngerasain tapi dia yang kita komentarin.

Ya, jujur aja gue juga masih suka komentarin orang, tapi gue berusaha untuk me-refrain itu sekarang.
Makanya, gue cuma mau bilang ayo kita benahi diri kita dulu sebelum ngurusin urusan orang lain.
Apalagi orang yang bahkan gaada urusan gitu sama kita. 
Emang publik figur melakukan hal-hal itu merugikan kita? kan engga.
Dan kalo ngomong atau komentar ya tolong dipilah dulu mana yang membangun mana yang menjatuhkan.
Jangan kita menjatuhkan orang lain disaat kita sendiri belum sempurna.
Share
Tweet
Pin
Share
No comments



Dari dulu gue selalu ngebayangin gimana rasanya jadi menteri.
Gue selalu kagum dengan menteri-menteri kita.
Mereka cerdas dan bisa diandalkan.. ya, walau ada beberapa yang bermasalah juga.
Jujur, gue juga mau jadi menteri itu sebabnya gue kuliah jurusan Hub. Internasional.

Akhir-akhir ini masalah pendidikan lagi disorot banget kan karena baru mulainya tahun ajaran baru.
Jujur, gue suka cara kerja menteri pendidikan kita yang baru, Bapak Anies Baswedan.
Dan kalau gue bisa punya kesempatan untuk bisa jadi Menteri Pendidikan, ada beberapa hal yang ingin gue lakukan dengan sistem pendidikan di Indonesia ini.

Hal yang mau gue ubah itu adalah cara anak-anak di sekolah memilih paket pelajarannya.
Untuk SD, untuk pelajaran seperti sekarang itu gue udah setuju, dengan pelajaran-pelajaran wajib kayak Bahasa, Mat, IPA, Bahasa Inggris, dll menurut gue itu udah baik banget untuk basic pendidikan.
Untuk SMP, ada baiknya anak-anak udah boleh dibebaskan memilih pelajaran yang mereka pengen dan butuhin sesuai dengan apa cita-cita dan passion mereka.
Begitu juga dengan SMA.
Dan penting juga untuk diadakannya sex education min. sejak SMP.
Karena menurut gue, dengan adanya pelajaran yang udah dikotak-kotakin gitu dan udah ditentuin itu-itu aja, belum tentu itu akan berguna di masa depan anak.
Ga semua anak punya mimpi yang berhubungan sama Fisika, Kimia, Geografi, dll.
Sesungguhnya gue terinspirasi banget sama sistem pendidikan Amerika yang bebasin anaknya milih pelajaran yang sesuai passion mereka dan emang pelajarannya itu disediain untuk soft skill dan juga hard skill.
Jadi ga perlu repot-repot buang waktu dan tenaga buat belajar hal yang ga disukain.

Wajib belajar 12 tahun juga perlu lagi ditingkatkan, maksudnya bukan hanya sekedar program.
Tapi harus ada hasilnya.
Karena bersekolah itu penting bukan cuma untuk dapet ilmu aja, tapi juga gimana caranya anak bisa bergaul dengan orang lain dan bagaimana menghargai perbedaan orang-orang disekitarnya.
Memperoleh pendidikan juga membantu anak memahami norma yang baik di masyarakat, tentunya agar mereka memahami sub kebudayaan menyimpang yang masih banyak terdapat di masyarakat dan biar mereka bisa menghargai kebudayaan setiap masing-masing orang.

Gue juga pengen banget ngebagusin sekolah-sekolah di daerah-daerah dan menambah tenaga pengajar disana.
Karena pendidikan itu kan untuk semua kalangan dan setiap orang punya hak untuk mengecapnya.
Dan masih banyak orang yang belum cukup beruntung untuk itu.
Dan gue pengen banget biar mereka bisa memperoleh bantuan untuk bisa sama-sama punya kesempatan untuk memperoleh pendidikan

Jadi, itu beberapa hal yang ingin gue lakuin kalo gue bisa jadi Menteri Pendidikan.
Sesungguhnya pendidikan itu ada bukan karena tidak disengaja, tapi ada untuk membawa manusia menjadi makhluk yang berilmu dan beradab.
Mari kita sama-sama berharap agar sistem pendidikan di Indonesia terus membaik dan menjadikan rakyat Indonesia menjadi manusia-manusia yang mumpuni dan penuh integritas.

"Pendidikan adalah teman terbaik. Seorang yang terdidik akan dihargai di manapun. Pendidikan mengalahkan kecantikan dan masa muda."
-Chanakya

Share
Tweet
Pin
Share
3 comments



Hai.
Jadi hari ini gue mau ngeshare tentang "Si  Dia".
Tapi berhubung gue gak punya doi, jadi gue tulis aja ya pesan buat doi gue di masa depan.

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Teruntuk "Kamu",
Hari ini hatiku masih sepi
Menunggumu datang memenuhi kekosonganku
Meski detik demi detik terasa lama berlalu
Tapi ku tetap sabar menunggumu

Hariku yang hampa kulalui dengan penuh harap
Harapan yang akan membawaku kepadamu
Kepada seseorang yang memegang sebagian dari hatiku
Kepada seseorang yang memegang kunci kebahagiaanku

Aku yakin penantianku tak akan sia-sia
Menanti kamu yang akan menemaniku melewati pertambahan usia
Mengarungi lautan emosi bersama
Menjadikanku seseorang yang kau rindukan di pagi buta

Sampai berjumpa kamu
Kepada pengukir senyum di wajahku
Kepada seseorang yang peduli keluh kesahku
Kepada kamu yang selalu kusebut dalam doaku

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Ya, jadi gitu aja deh..
Mudah-mudahan bisa cepet ketemu jodoh ya
AMINNN

Share
Tweet
Pin
Share
No comments

Hai lagi.
Jadi hari ini gue mau ngomongin soal perubahan.
Ya emang perubahan itu gak mudah buat dilakuin karena gue sendiri ngerasain itu..
Gak semua perubahan itu baik.
Tapi perubahan yang baik itu penting.

Gue mau ngomongin tentang kebiasaan manusia-manusia Indonesia yang SUSAH banget buang sampah di tempatnya.
Halo semuanyaaaa... tempat sampah itu sudah disediakan oleh pemerintah kita.
Di setiap sudut jalan itu pasti ada tempat sampah. 
Jadi bukan alesan dong buang sampah sembarangan karena gaada tempat sampah??
Alasan sesungguhnya adalah kita itu males nyari tempat sampah. Benar tidak?

Kawan-kawan sebangsa dan setanah air.. 
Membuang sampah pada tempatnya itu penting.
Kalian mau Indonesia jadi negara yang bersih dan nyaman kayak negara-negara di Eropa.
Terutama si Ibukota, Jakarta.
Kalian-kalian yang mau Jakarta jadi bersih dan nyaman ya tolong lah buang sampah di tempatnya.
Tolong jangan buang di got, kali, trotoar, diselipin di tembok-tembok yang bolong, atau bahkan main buang aja dari kaca mobil. *facepalm*
Nanti banjir nyalahinnya pemerintah, dibilang ga becus lah kerjanya atau ga berusaha mengatasi banjir dan sampah lah. 
*huft moment*

HELLO?? 
Sampah bakalan terus ada kalo kalian terus buang ditempat yang itu-itu aja.
Yang nyampah siapa? 
Yang gamau banjir siapa?
Yang mau hidup nyaman siapa?
Ya harus ada usaha dong buat mewujudkan Jakarta jadi kota yang bersih dan bebas banjir.
Kita gabisa terus mengandalkan kinerja pemerintah sedangkan kita sendiri gamau ambil andil dalam mewujudkan itu semua.

Memang mengubah kebiasaan itu gak gampang.
Tapi kalo kita mencoba terus-menerus, itu akan menjadi kebiasaan baru kita yang tentu lebih baik.
Kebiasaan buruk kita itu ada karena kita awalnya melakukan itu dan merasa oke-oke aja, jadi keterusan.
Coba deh, berusaha buang sampah di tempatnya dan jangan puas cuma sekali aja berasa udah ikut ambil peran dalam kebersihan. 
Terusin dan jadiin itu kebiasaan.
Dan kalo kalian emang bener-bener gabisa nemuin tempat sampah, simpen dulu atau pegang dulu sampah kalian sampai kalian nemuin tempat sampah, baru dibuang.

Buang sampah sembarangan itu baru satu contoh aja masalah yang perlu diubah.
Masih banyak lagi masalah masyarakat yang perlu diubah, kayak merokok sembarangan.
Kawan, hargailah kebersihan dan kenyamanan lingkungan bersama.
Kalau lingkungan bersih kan yang seneng bukan kita aja, tapi juga orang lain.
Kalau lingkungan sehat kan bukan kita aja yang ngerasain, tapi juga yang lain.
Jadi, cobalah mengubah kebiasaan demi kehidupan yang lebih baik.

Kebiasaan bukan tidak bisa diubah, tapi mengubah kebiasaan haruslah diikuti dengan kemauan dan dibarengi dengan suatu tujuan.
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Newer Posts
Older Posts

About me



A girl,
with infinity charms inside.
A unique creature crafted by God.
A girl,
who resembles an artpiece,
not everybody can understand it, but a special person will.

SIGNATURE

Categories

  • #PantauGambut
  • Intermezzo
  • Life Story
  • Opinion
  • Opinion Section
  • Pantau Gambut
  • Poetry
  • Restorasi Gambut
  • Sajak
  • Slice of Life

recent posts

Catch Me Up on IG!

Spotify

Followers

Chatbox

Blog Archive

  • ▼  2021 (1)
    • ▼  January (1)
      • Sempurna = Ketidaksempurnaan
  • ►  2020 (6)
    • ►  July (1)
    • ►  June (1)
    • ►  May (2)
    • ►  March (2)
  • ►  2019 (3)
    • ►  September (1)
    • ►  May (1)
    • ►  March (1)
  • ►  2018 (6)
    • ►  December (1)
    • ►  October (1)
    • ►  June (2)
    • ►  March (1)
    • ►  January (1)
  • ►  2017 (8)
    • ►  December (1)
    • ►  November (1)
    • ►  October (1)
    • ►  July (2)
    • ►  June (1)
    • ►  April (1)
    • ►  February (1)
  • ►  2016 (17)
    • ►  December (1)
    • ►  October (2)
    • ►  September (2)
    • ►  August (3)
    • ►  July (9)
  • ►  2015 (10)
    • ►  December (3)
    • ►  November (1)
    • ►  August (2)
    • ►  July (4)
Facebook Twitter Instagram Pinterest

Created with by ThemeXpose | Distributed By Gooyaabi Templates