• Home
  • About
  • Contact
    • Email
    • Line
    • Instagram

TIKUU!

calm as blue, sweet as milktea

img source: pinterest


Halo kawan!
OMG I AM SO EXCITED TO WRITE AGAIN!!
Se...gembira itu gue buat nulis di blog lagi! 
Gue udah sangat amat ga sempet untuk bahkan sekedar ngecek blog gue ini:(
Udah berdebu gitu kali ya ibarat kamar kost yang gue tinggalin selama libur semester.
Gue rindu banget nulis-nulis walau cuma sekedar curhat disini..
Rindu menyampaikan keluh kesah
Rindu menyampaikan kabar yang gue tau hanya sekedar lewat
Rindu mengisi kekosongan waktu dengan bercerita
Rindu mencurahkan perasaan yang memenuhi hati
dan rindu mengetahui bahwa ada yang membaca segala tumpahan isi pikiran dan perasaan
Why so serious tho HAHA

Intinya..gue kangen blogging!
Yes, it has been a very berry hectic weeks and even months in my college life.
What should I say.. semester 3 is kinda tiring. not kinda. but it is.
CAPEK BANGET WOI!
ASLI!
Iya, secapek itu guysssss...
I don't know ya, mungkin ini karena gue mengikuti terlalu banyak kegiatan dan organisasi di universitas gue.
I HAVE NEVER HAD A TIME MANAGEMENT ISSUE BEFORE, BUT NOW I DO
Jujur, gue kadang bingung banget ngatur waktu gue. Tugas semester ini sangatlah numpuk ya guys dan gue ikut banyak kepanitiaan dan terkadang rapat dan acara lain itu bentrok dan kadang gue bingung nentuin mana yang harus gue datengin.
Ya, gue tau harusnya gue prioritasin mana yang penting dulu. I AM TRYING. gue mencoba sebaik mungkin untuk bisa mengatur waktu gue, bahkan mengatur waktu untuk ga meninggalkan kewajiban rohani gue. eaaa
Jujur sih emang lelah banget dan gue kurang waktu tidur dan istirahat banget. Kadang, gue abis dari acara ini dan harus langsung pergi lagi ke acara lain, so I don't even have time to sit (istilahnya).

Many things happened in my life these past few months.
Itu kenapa gue bilang MANIS ASAM ASIN.
Tapi, secara keseluruhan I'm feeling blessed. much blessed.
Baik itu dalam hal kehidupan rohani gue maupun kehidupan jasmani.
Gue merasa bertumbuh lebih lagi sih dalam kehidupan rohani gue, gue bisa menemukan orang-orang  yang emang mau mengajak gue ke arah yang lebih baik dan benar. 
Gue bersyukur banget sih bisa bertemu mereka.
Dalam kehidupan kuliah gue, gue seneng orang-orang banyak menawarkan gue ke dalam kepanitiaan acara kampus, bukan mau pamer, tapi gue bersyukur orang-orang bisa menghargai kemampuan yang gue miliki. Dulu, mau masuk kepanitiaan aja susahnya setengah ampun. Tapi sekarang, I don't even have to search, they offer it to me. Tapi terkadang, gue kewalahan untuk memilih mana yang harus gue ambil dan mana yang harus gue tolak karena itu tadi, gue punya masalah dalam mengatur waktu gue.
bahkan, orang tua gue aja udah melarang abis-abisan gue ikut kepanitiaan lagi karena alasan 'jaga kesehatan'.

Emang sih, gue begadang mulu dan gue merasa mungkin badan gue melemah setiap harinya karena sering banget ngerasa lemes dan linu HAHA.
By the way, gue sebenernya gamau sih dibilang sibuk atau gimanaa karena ya sebisa mungkin gue mau meluangkan waktu untuk apa yang emang penting gitu loh jadi gamau keliatannya kok sibuk banget sampe orang kadang merasa kasian sama gue dan nanya "ga capek apa tik?"
yaaa, capek sih sisterrr... tapi, ini pilihan gue dan gue harus ambil konsekuensinya.
terlalu terlambat untuk mundur.

TERUSSSS.. gue kemarin study visit kan ke The Jakarta Post dan gatau ya.. gue merasa tertarik banget dan bahkan mikir "wow, this is for me". 
YA, gue sampe mikir mau kerja disitu. Iya, gue tertarik banget.
Kalo ada kesempatan magang nanti mungkin gue akan magang disitu HEHE.
Gue suka aja gitu menulis nulis dan pengen aja nyoba jadi jurnalis atau wartawan atau reporter atau bahkan editor. Seems fun.
Tapi, yaa kita liat aja ya kedepannya gimana..
Gue sempet stress banget kemarin itu karena nilai satu matkul gue amat buruk rupa.
Gue emang dari awal gak merasa cocok sama dosennya dan ternyata gue dapet nilai segitu rasanya mau resign aja.
Tapi, gue masih mencoba melihat titik terangnya dan masih berusaha berharap gue bisa dapet nilai akhir yang seengganya B. hehe
Mohon bantu doanya ya guys demi kelulusan 3,5 tahun ku wkwk

Satu hal yang ingin gue bagikan adalah gue sedang berusaha banget untuk mensyukuri segala hal yang terjadi di dalam hidup gue. Gue sedang berusaha banget untuk mengurangi pikiran negatif yang selalu gue punya. Gue sedang berusaha banget untuk mengurangi mengeluh. Gue belom berhasil sepenuhnya melakukan itu, tapi gue sedang berusaha. Gue tau hal itu emang terkadang gak mudah tapi gue sekarang berusaha untuk selalu melihat sisi positif dari segala hal yang terjadi. Gue gamau terlalu cepat mengambil kesimpulan. Gue juga sedang berusaha untuk menjadi lebih tegas terhadap orang di sekitar gue. Banyak orang yang bilang gue tuh orangnya iya iya aja kalo dikasih kerjaan dan mungkin aja karena itu orang lebih banyak nyuruh-nyuruh gue melakukan sesuatu. Mungkin hal ini bisa membuat gue menjadi orang yang diandalkan, tapi gue mau belajar untuk bisa lebih tegas dan lebih berani ngomong kalo gue emang merasa gak nyaman atau bermasalah. Gue tetep berusaha mencari sisi positif dari semuanya. Gue yakin di setiap masalah yang ada pasti selalu ada jalan keluar dan selalu ada sesuatu yang bisa kita ambil dari masalah itu. Emang klise banget tapi itu emang bener dan gue emang mengalami itu sendiri disaat gue berusaha bersyukur dan melihat sisi positif permasalahan gue. Mungkin gue belom bisa cerita apa itu tapi mungkin suatu hari gue akan menceritakannya disini haha. Cuma pesan itu sih yang bisa gue sampein. 
Syukur, doa, dan pikiran positif membantu kita melihat permasalahan dari perspektif yang berbeda.

Gue harus kembali mengerjakan tugas nih..
So, SEE YOU!!
Jangan bosen-bosen baca ya hehe.
xoxo

Share
Tweet
Pin
Share
2 comments

Topik : Pentingnya Restorasi Gambut bagi Masyarakat dan Lingkungan

Greenpeace Indonesia

Kekeringan? Kebakaran hutan? Penyalahgunaan lahan? Hal-hal ini tentu bukanlah hal yang asing bagi Indonesia. Ya, sudah beberapa kali saya dan tentunya kalian mendengar berita mengenai adanya kebakaran lahan dan hutan di Indonesia. Tahun demi tahun lahan pertanian dan perhutanan di Indonesia semakin berkurang karena adanya kekeringan dan kebakaran hutan. Salah satu kejadian yang memperburuk kebakaran lahan di Indonesia adalah kebakaran lahan gambut. Pasti kita semua pernah mendengar istilah “Gambut”, ya, seperti yang pernah dipelajari di sekolah, lahan gambut adalah lahan yang biasanya terdapat di daerah rawa, pantai dan daerah genangan air. Untuk lebih jelasnya, lahan gambut  tersusun dari tanah yang merupakan dekomposisi dari rerumputan, jasad hewan, dan material organik lainnya sehingga menumpuk selama ribuan tahun  dan membentuk endapan tebal.[1] 

Indonesia merupakan wilayah yang kaya akan lahan gambut. Luas lahan gambut yang terdapat di Indonesia adalah sekitar 14,9 juta hektar dan menyimpan karbon yang tinggi, diperkirakan mencapai 22,5-43,5 gigaton karbon.[2] Lahan gambut merupakan lahan basah yang memiliki kemampuan menyimpan air hingga 13 kali dari bobotnya.[3] Pada dasarnya, lahan gambut merupakan lahan yang tidak mudah terbakar karena sifatnya yang menyerap dan menahan air. Namun, ketika kondisinya sudah terganggu, maka lahan gambut akan mengalami kekeringan dan menjadi mudah terbakar pada musim kemarau.
Mongabay

Pada tahun 2015 terjadi kebakaran yang melanda dua juta hektar hutan dan lahan. Dapat dibayangkan tidak, sih? Lahan gambut dan hutan yang sangat luas itu tiba-tiba dilalap api dan luas lahan yang terbakar juga tidak sedikit. DUA JUTA HEKTAR. Kalian tahu tidak, kalau itu setara dengan 32 kali luas Jakarta dan lebih dari setengah lahan itu adalah lahan gambut.[4] Kebakaran ini juga menjadi penyumbang 15% emisi karbon dunia.[5] Nah, kalian kaum muda yang kurang perhatian terhadap alam Indonesia dan tidak pernah pantau gambut mungkin belum mengerti dan belum merasakan apa kerugian dari terbakarnya lahan gambut ini. Kerusakan lahan gambut ini menggangu perekonomian masyarakat, loh, terutama masyarakat lokal. Kenapa? Karena lahan gambut ini merupakan rumah bagi hewan-hewan air, seperti ikan, udang, dan kepiting yang merupakan sumber pangan masyarakat Indonesia. Jika lahan gambut rusak dan sumber pangan tersebut semakin berkurang, tentu akan membawa kerugian bagi masyarakat Indonesia. Untuk itu, untuk memperbaiki kerusakan pada lahan gambut di Indonesia, penting untuk dilaksanan sebuah restorasi.

WWF Indonesia

Pada November 2016, Presiden Joko Widodo mendirikan Badan Restorasi Gambut (BRG). Presiden memberi mandat kepada BRG untuk melakukan restorasi terhadap dua juta hektar lahan gambut hingga tahun 2020 nanti di tujuh provinsi, yaitu Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Papua.[6] Menjaga keutuhan ekologis gambut merupakan suatu kunci dalam mengelola ekosistem gambut, sehingga perlindungan dan pemulihan fungsi ekologis merupakan prioritas untuk mencegah terulangnya kebakaran lahan gambut.[7] Menurut pantaugambut.id, terdapat lima langkah restorasi gambut [8], yaitu:
1.     Memetakan Gambut
Langkah ini diperlukan untuk menentukan lokasi gambut yang menyusut dan mengetahui tipe serta kedalamannya. Setiap gambut memerlukan jenis restorasi yang berbeda tergantung pada kondisinya.

2.     Menentukan Jenis, Pelaku, dan Rentang Waktu Pelaksanaan
Pada tahap ini, mulai dapat ditentukan restorasi apa yang sesuai dengan kondisi gambut. Ada restorasi yang harus melalui proses pembasahan dahulu, ada juga yang langsung ditanam ulang (revegetasi). Pada langkah ini juga baru dapat ditentukan pihak mana saja yang akan terlibat dan rentang waktu restorasi.

3.     Membasahi Gambut
Mengembalikan kelembapan gambut merupakan proses yang akan dilakukan pada tahap ini, salah satunya dengan cara membuat kanal buatan agar air tetap berada di lahan gambut. Jika daerah mengalami kekeringan, sumur bor dapat membantu proses pembasahan.

4.     Menanam di Lahan Gambut / Revegetasi
Pada tahap ini, lahan yang sudah lembap bisa kembali ditanami. Tanaman yang dipilih juga tentu adalah tanaman yang dapat menambah keuntungan ekonomi bagi masyarakat tetapi juga tidak merusak lahan gambut. Salah satunya adalah jelutung yang getahnya bisa diambil untuk bahan permen karet. Nanas juga merupakan tanaman yang dapat menambah pemasukan masyarakat karena waktu tumbuhnya yang tidak lama sehingga bisa menghasilkan quick income. Masih banyak tanaman lain yang bisa ditanami di lahan gambut. Menurut Profesor Rujito Agus Suwignyo dari Center of Excellence Peatland Conservation Productivity Improvement di Universitas Sriwijaya, mereka sudah mengidentifikasi hampir 60 jenis tanaman yang aman untuk ditanam di lahan gambut.[9]

5.     Memberdayakan Ekonomi Masyarakat Lokal
Selain memperbaiki lahan gambut, restorasi juga harus bertujuan pada pulihnya ekonomi masyarakat. Masyarakat harus memiliki alternatif dalam pemanfaatan lahan gambut. Salah satunya adalah yang telah disebutkan di atas, yaitu menanam tanaman yang dapat menunjang perekonomian masyarakat. Cara lain adalah dengan membuka pariwisata alam. Keterjangkauan transportasi juga diperlukan dalam rangka mendukung kemajuan wilayah lahan gambut.

Infonawacita

Langkah-langkah di atas merupakan cara untuk melakukan restorasi lahan gambut di Indonesia. Restorasi tidak akan berjalan lancar jika masyarakat tidak ikut berperan dalam pelaksanannya karena orang terdekat dengan lahan gambut adalah masyarakat itu sendiri sehingga mereka harus mengerti bagaimana seharusnya mengelola dan menjaga lahannya. Pemerintah dan lembaga juga perlu melakukan sosialisasi lebih lagi terhadap masyarakat dan pengembangan infrastruktur di wilayah lahan gambut sehingga masyarakat juga dapat dengan mudah mengakses dan memanfaatkan lahan gambut sehingga masyarakat mendapatkan keuntungan ekonomi. Dengan adanya akses yang mudah, mereka tidak harus membakar lahan gambut untuk bisa memanfaatkannya. Dengan adanya restorasi, fungsi gambut dalam menyerap dan menyimpan air akan dapat kembali sehingga dapat mengendalikan banjir saat musim hujan dan mengeluarkan cadangan air saat kemarau.[10] Untuk itu, restorasi lahan gambut sangat diperlukan untuk dapat memulihkan lingkungan dan juga perekonomian masyarakat Indonesia.  Ayo kawan, mari kita pantau gambut dan dukung restorasi gambut di Indonesia! #PantauGambut





Catatan Kaki dan Referensi:

[1] Pantau Gambut, “Ada Apa Dengan Gambut?”, http://pantaugambut.id/pelajari/ada-apa-dengan-gambut (diakses pada tanggal 14 Juli 2017)
[2] Ibid.
[3] Cecep Risnandar dan Ali Fahmi, “Lahan Gambut”, Jurnalbumi, https://jurnalbumi.com/lahan-gambut/ (diakses pada tanggal 14 Juli 2017)
[4] Pantau Gambut, “Ada Apa Dengan Gambut?”, http://pantaugambut.id/pelajari/ada-apa-dengan-gambut (diakses pada tanggal 14 Juli 2017)
[5] GLF: Peatlands Matter, “Apa Itu Lahan Gambut?”, http://www.landscapes.org/peatlands/indonesian/tentang-lahan-gambut/ (diakses pada tanggal 14 Juli 2017)
[6] Kantor Staf Presiden, “Presiden Targetkan Restorasi 400 Ribu Hektare Lahan Gambut di Tahun 2017”, http://ksp.go.id/presiden-targetkan-restorasi-400-ribu-hektare-lahan-gambut-di-tahun-2017/ (diakses pada tanggal 14 Juli 2017)
[7] Ibid.
[8] Lihat : Pantau Gambut, “Restorasi Gambut di Indonesia”, http://pantaugambut.id/pelajari/ada-apa-dengan-gambut (diakses pada tanggal 14 Juli 2017)
[9] BBC Indonesia, “Mengapa Warga Sekitar Lahan Gambut Sulit Dapatkan Keuntungan Ekonomi?”, http://www.bbc.com/indonesia/majalah-39414980 (diakses pada tanggal 14 Juli 2017)
[10] Pantau Gambut, “Ada Apa Dengan Gambut?”, http://pantaugambut.id/pelajari/ada-apa-dengan-gambut (diakses pada tanggal 14 Juli 2017



Share
Tweet
Pin
Share
10 comments
img source: pinterest


Hey fellas,
I'm writing this post bcs I have this sudden realization, it just came to me kinda forget when but here is what I think.
Everybody got their own chances in life and not every chances are worth the same to every people.
Jadi gini, gak semua orang punya kesempatan yang sama untuk mencapai kesuksesannya, bukan berarti itu gak adil. Everybody has their own path to success.
Kita semua sama-sama berkompetisi di suatu tempat yang sama dan kesempatan pun juga terbatas bagi setiap orang yang berkompetisi. 
Dalam kompetisi ini, semua orang udah punya bagiannya sendiri.
Setiap kesempatan dan bagian kita mempunyai kelebihannya masing-masing. Well, it may seems that others are better than ours. Yea, grass are greener on the other side, aren't they?
But, we gotta see the bright side. Siapa tau kesempatan kita yang mungkin take a little longer than others akan mempunyai impact yang lebih besar baik buat kita sendiri ataupun orang lain.
Kesempatan kita itu juga mungkin merupakan kesempatan yang lebih fit untuk kita kerjakan dibanding apa yang dulu kita idam-idamkan banget.
We may be sulky about our failures, tp jangan jadikan itu penghalang atau batasan kita untuk melihat dan mengambil kesempatan yang lebih besar lagi nantinya.
If u guys still can't agree with this, let me tell you my story.

Jadi, waktu gue sophomore eaaa, kelas 2 SMA maksudnyaa, ada suatu broadcast gitu di group line tentang suatu internship di perusahaan surat kabar terkenal. Yep, KOMPAS.
I wasn't into that kind of thing gitu waktu itu, karena gue bukan tipe orang yang suka ikut kompetisi apalagi nyiapin hal-hal untuk apply gitu. I was a total sloth. Mageran banget ngapa-ngapain.
Dan gue nyari-nyari di internet mengenai Kompas Magangers ini dan gaada info apapun gitu di website Kompas nya dan turned out emang ini ga terlalu booming gitu..
Temen gue ikut berniat ikut internship ini and suddenly my inner soul had this motivation to apply an article. Yap, jadi ada 3 bagian gitu, ada yang untuk jurnalis, editor (kalo ga salah), dan satu lagi gue lupa apaan..
Waktu itu skill yang bisa gunakan adalah menulis dan akhirnya gue mencari-cari topik buat bikin artikel yang menarik. Finally, gue bikin artikel tentang akan adanya film Miss Peregrine's yang diangkat dari novel.
Asli, gue gaada harapan apapun tentang Magangers ini tp suatu hari pas gue di angkot pulang sekolah, tiba-tiba ada telpon dari nomer yg ga dikenal gituu dan ternyata itu dari Kompas dan ternyata gue lulus seleksi pertama dan masuk buat wawancara hari Selasa.
Asliii gue bingung banget karena itu hari sekolah dan wawancara jam 9 pagi hm. But thank God I wasn't alone. Temen gue, Aulia juga lulus seleksi awal dan akhirnya hari Selasa itu gue izin ke piket dan guru mtk gue untuk pergi ke Kompas. 
Well, luck wasn't on my side, jadwal magang ternyata pas banget sama jadwal UAS CBT gue waktu itu HA HA HA. Kecewa? iya dan bisa dibilang banget. Pas pengumuman, benerr aja gue ga keterima magang.
Gue sama Aulia bahkan berencana untuk ikut lagi tahun depannya tapi apa bisa dikata, keadaan berubah dan waktu itu lagi sibuk banget nyiapin kuliah.
Gue emang kecewa, gue mikir kalo aja gue bisa ikut magang waktu itu pasti ada sesuatu yang bisa gue masukkin dalam CV untuk ikut organisasi atau kepanitiaan di kampus, something I could be proud of. Tapi yaa masa lalu biarlah masa lalu. 
Sebelum kuliah pun gue sangat bertekad untuk bisa jadi mahasiswa yang aktif di kampus ga cuma kupu-kupu. Alhasil, tiap ada open recruitment kepanitiaan pasti gue ikutin. Gagal terus berkali-kali, ya emang bikin kecewa. But still I tried. Akhirnya dapat lah kepanitiaan pertama gue  di acara jurusan, waktu itu emang satu angkatan bisa jadi panitia sih so yaa bisa dibilang agak effortless. Waktu itu gue ada di divisi publikasi. Gue bikin-bikin poster untuk acara itu and who knows kalo gue bisa jadi orang yang dibilang "bagus dalam hal publikasi". I am so flattered. Gue bahkan bisa masuk kepanitiaan lain dan ditawarin ikut Lembaga Kepresidenan Mahasiswa (BEM nya Unpar) bermodalkan "kata dia, lo bagus bikin poster sama publikasi" atau "Gue liat lo bagus dalam publikasi", tp sayangnya gue udah keterima himpunan HI waktu itu and Thank GOD. Gue nulis ini bukan buat membanggakan diri gue sendiri, ini cuma sebagai gambaran aja. Kesempatan gue untuk menjadi impact bukan di Kompas Magangers itu. Kesempatan gue berawal dari kepanitiaan acara jurusan yang akhirnya sekali lagi Thank God bisa membuat gue jadi berguna bagi orang lain. Ya gue berharap aja, kalo gue bisa tetep memegang kepercayaan orang lain terhadap gue sebaik-baiknya sampai ada kesempatan yang lebih baik ke depannya. 
Gue berharap kalian juga bisa memandang kesempatan kalian dengan lebih baik lagi dan berusaha mensyukuri apapun yang kalian jalanin. Your chances may not be now, but it could be impactful in your next chances. Putus asa pasti ada, tapi jadikan itu suatu hal yang bisa membuat kalian berkaca untuk bisa lebih baik lagi dalam mengambil kesempatan di masa depan.
Okay guys, stay strong and keep believing.
Cya!
Share
Tweet
Pin
Share
1 comments
img source: pinterest



Ey Ey Ey!
I'm backkkkkk...
Setelah seribu tahun lamanya akhirnya gue kembali menulis blog hehehe
I've been thinking about what to write here and I haven't found anything interesting yet
jadi gue memutuskan untuk menulis apapun yang ada di otak gue hari ini hehe
guess whaattt.. I CUT MY HAIR!
okay, it's not shocking tho mengingat gue sudah berkali-kali berambut pendek..
Idk why, but I tend to cut my hair in the middle of the year kayak pas libur semester genap gituh
I like my hair short but my face looks rounder ya know..the prob of having chubby face




Setelah melalui masa semester 2 yang hella hard...for me karena banyak kegiatan kampus and tugas-tugas yang membutuhkan skill sepik yang ekstra membuat tenaga gue terkuras.
but thank God, nilai-nilai gue gak turun and surprisingly malah naik
College life menurut gue masih biasa-biasa saja bcs gue belum merasakan excitement yang gimana-gimana gituuu..
You may call me lame but..gue bukan tipe orang yang suka pergi have fun malem2 if you know what I mean karena gue gak suka tempat crowded, berisik, dan gelap. Combine all those three together and you will see me faint LOL.
Gue prefer tempat-tempat yang calming dan enak buat nongkrong lama berjam-jam such as cafe.
Oh and I'm a tea person bcs I can't drink coffee because of the caffeine.
I will get all doki doki after drinking coffee. emang...LEMAH.
Ngomong-ngomong gue gatau kenapa, tiba-tiba kemarin gue kepikiran kalo tahun depan gue bakalan berusia 20 tahun omg. and still single.
dan gue membuat suatu patokan kalo sebelum gue 20 tahun gue harus udah punya minimal yaa gebetan lah ya..bcs gue itu ingin menikah muda. HAHA
Jadi kalo calonnya belom ada dari sekarang gue nikahnya kapan:(
Doain aja ya guys biar cepet dapet dan tentunya berkualitas :)

Okay...guess i should end my not-really-important-story here
HAPPY HOLIDAY!
Share
Tweet
Pin
Share
No comments


Kala sunyi menyapa
Kegelapan turut ikut serta
Dunia seakan tak bernyawa
Memori seakan tak berwarna
Putaran detik terasa seribu tahun lamanya

Senyap
Bisik pun tak ada samar terdengar
Hembusan angin tak juga berkabar
Seolah menanti fajar
Penantianku juga sudah tak wajar
Share
Tweet
Pin
Share
No comments


img source: pinterest


Realization? hmm apa sih yang muncul di benak kalian kalo denger kata ini?
Berbicara mengenai sebuah realization, gue bingung daritadi nyari bahasa Indonesianya tuh apa dan akhirnya gue nyerah aja deh karena otak gue lagi gabisa diajak mikir keras hehe.
Gue tuh akhir-akhir ini menyadari beberapa hal yang ternyata ada di hidup gue dan juga terjadi di hidup gue.

What things?

Oke, gue akan menyatakan dari hal pertama yang ga penting banget tapi gue baru menyadari hal ini.
Gue gak bisa denger suara terlalu keras.
YA SEMUA ORANG JUGA GITU.
Tapi gak, gak gitu maksud gue. Maksud gue tuh, gue kalo denger suara keras kayak misalnya motor ngetrek malem-malem tuh gue gabisa karena pasti gue parno sendiri dan deg-degan sendiri gitu.
Aneh kan? iya emang aneh banget. Pasti kalo denger suara keras kayak suara motor tadi gitu, gue bakal langsung mencari tempat yang menurut gue aman dan menenangkan. Bahkan, denger suara ujan deras aja gue gak suka. Iya gue tau ini susah dimengerti dan gue juga gak bisa menjelaskan secara detail karena emang susah dijelasin :(

Hal lain yang gak kalah gak pentingnya dari yang diatas tuh gue sebelum tidur harus dulu buka 9GAG. hehe
Gatau asli gatau kenapa, kayaknya gue butuh hiburan gitu loh sebelum tidur yang paling ga bisa membuat mood gue baik sebelum tidur.
Asli meskipun udah mata tinggal 5watt kalo ga scroll 9GAG tuh belom bisa tidur gue.
Kadang gue harus menemukan hal receh dan menghibur biar seengganya bisa mimpi indah gitu.
Asli ga berfaedah banget hidup gue.

Hal ketiga ini ya menurut gue bukan gue aja sih yang sadar, tapi juga banyak orang.
Melihat keadaan akhir-akhir ini di Indonesia dan bahkan dunia bikin gue kadang-kadang geleng kepala (bukan dugem).
Like, Indonesia yang notabene nya sebuah negara yang terbangun dari bangsa yang plural malah jadi negara yang punya masalah dengan kepentingan suatu pihak yang membawa-bawa agama dan suku.
Malah terkadang hal itu juga dibiarkan ada demi kepentingan politik. 
Lucu sih kadang, liat orang yang dengan mudahnya mengumpulkan massa buat menuntut seseorang dengan kasus yang bahkan gak perlu dijadiin kasus yang dibawa ke pengadilan gitu. Tapi ya apa mau dikata, kalo ga diturutin kerjaannya demo.
Giliran dia yang kena kasus, maunya diomongin secara baik-baik dulu. HA lucu emang
Suka mikir sih gue kadang apa kita jamannya emang udah mau kiamat ya..
Karena orang-orang makin egois dan emosional.
Gue takut Indonesia bakal tercerai berai dan gak lagi jadi negara kesatuan.
But, what can I do.. gue cuma bisa berdoa aja sekarang supaya Indonesia ini tetap satu dan bisa lebih menghargai pluralisme yang ada dan supaya keadaan dunia ini juga ga semakin memburuk.

Itu sih yang mau gue sampaikan di postingan kali ini hehe
Maaf kalo ga jelas dan ga berfaedah. Maklumin aja :)

Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Newer Posts
Older Posts

About me



A girl,
with infinity charms inside.
A unique creature crafted by God.
A girl,
who resembles an artpiece,
not everybody can understand it, but a special person will.

SIGNATURE

Categories

  • #PantauGambut
  • Intermezzo
  • Life Story
  • Opinion
  • Opinion Section
  • Pantau Gambut
  • Poetry
  • Restorasi Gambut
  • Sajak
  • Slice of Life

recent posts

Catch Me Up on IG!

Spotify

Followers

Chatbox

Blog Archive

  • ▼  2021 (1)
    • ▼  January (1)
      • Sempurna = Ketidaksempurnaan
  • ►  2020 (6)
    • ►  July (1)
    • ►  June (1)
    • ►  May (2)
    • ►  March (2)
  • ►  2019 (3)
    • ►  September (1)
    • ►  May (1)
    • ►  March (1)
  • ►  2018 (6)
    • ►  December (1)
    • ►  October (1)
    • ►  June (2)
    • ►  March (1)
    • ►  January (1)
  • ►  2017 (8)
    • ►  December (1)
    • ►  November (1)
    • ►  October (1)
    • ►  July (2)
    • ►  June (1)
    • ►  April (1)
    • ►  February (1)
  • ►  2016 (17)
    • ►  December (1)
    • ►  October (2)
    • ►  September (2)
    • ►  August (3)
    • ►  July (9)
  • ►  2015 (10)
    • ►  December (3)
    • ►  November (1)
    • ►  August (2)
    • ►  July (4)
Facebook Twitter Instagram Pinterest

Created with by ThemeXpose | Distributed By Gooyaabi Templates